KENAPA NESTA NGGA PERNAH BIKIN GOL?

September 29, 2007

Pindah Blog ke http://maliablog.wordpress.com/ 

Diantara banyaknya serial Hollywood tentang detektif yang membanjiri tv kabel, ada serial “NUMB3RS” yang sempat saya tonton. Dalam satu episode dikisahkan seorang buronan pembawa aliran sesat, the Prophet meninggalkan jejak berupa pola/symbol tertentu yang digambar di atas sprei. Dengan usaha keras termasuk dengan cara menemukan pola angka (numbers) tertentu diperoleh informasi bahwa pola yang ditinggalkan oleh the Phropet adalah pola persilangan keturunan yang banyak digunakan di peternakan sapi. Namun dalam kasus ini pola tersebut merupakan persilangan keturunan the Phopet yang biasanya akan mengawini anak-anak perempuan dari para pengikut setianya.

Salah seorang detektif perempuan dalam tokoh NUMB3RS ternyata pernah dibesarkan dalam keluarga pengikut sekte sejenis yang menempatkan perempuan hanya sebagai makhluk yang menghasilkan keturunan. Suatu praktik dan keyakinan yang sangat melukai hati si detektif perempuan tersebut. 

Tentu saja pendapat si detektif perempuan ini benar sekali. Sejalan dengan kemajuan jaman sudah sepantasnya perempuan memiliki peran lebih dalam social dan politik dari hanya sekedar penerus keturunan. Namun atas nama kemandirian dan kemajuan banyak perempuan yang memilih untuk menolak menjadi penerus keturunan. Kalau mau kita cermati fenomena ini muncul di hampir setiap serial tv Hollywood, sebuah pilihan untuk tidak memiliki keturunan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Dalam situs-situs jaringan macam myspace.com, pilihan ingin memiliki dan tidak ingin memiliki anak bahkan diakomodasi dalam pilihan tersendiri.

Mengapa menolak menjadi penerus keturunan? Saya selalu menganggap hidup kan pilihan, jadi ya wajar saja orang mau jadi apa. Mau punya anak kek, ngga punya anak nek, it’s about a choice. Saya yakin tiap orang punya kesadaran akan pilihan dan konsekuensi pilihan dalam hidup.

Menurut saya alangkah bijaksananya orang yang memilih dengan sadar untuk tidak memiliki anak. Menikah dan tidak memiliki anak. Atau tidak menikah dan tidak memiliki anak. Memilih dengan sadar untuk tidak egois dan tidak melahirkan makhluk yang akan menjadi sasaran keegoisan kita. 

Saya beranggapan  motivasi setiap orang untuk memiliki anak itu tidak tulus. Begitu banyak orang tua yang sangat pamrih dengan anak-anaknya. Ada yang memiliki anak agar hidupnya terjamin kelak, ada yang bermotivasi memiliki anak yang bisa dipamerkan dan dibanggakan. Jadi intinya anak adalah investasi. Bahkan dalam agama saya, memiliki anak itu seperti sebuah berkah karena hanya anak yang bisa mendoakan orang tua agar masuk surga bahkan setelah para orang tua ini meninggal. Alangkah kasihannya orang-orang yang tidak punya anak kalau begitu?

Satu hal yang terlewatkan oleh saya adalah bahwa motivasi ternyata tidak selalu menjadi cerminan tindakan. Satu analogi yang relevan adalah motivasi menonton sepak bola. Waktu kuliah teman-teman saya di kos putri menyukai Liga Italia Serie A, kebanyakan bukan karena permainannya tetapi lebih karena para pemainnya. Kami berpendapat kalau keringatan aja ganteng apa lagi kalau ngga keringetan? Hehehe. Waktu itu tiap orang memiliki pemain favorit masing-masing. Ada satu teman yang sangat menyukai Alessandro Nesta, yang saat itu adalah center back nya Lazio. Karena hanya menyukai pemainnya, teman saya ini bahkan tidak paham permainan bola sama sekali. Satu kali tercelutuk lah ocehan yang membuat teman yang lain tidak bisa menahan ketawa, “Kenapa Nesta ngga pernah bikin gol?” Setelah kejadian ini, teman saya tersebut mulai rajin membaca tabloid Bola dan di akhir session sudah bisa berkomentar pedas kalau Inzaghi pura-pura jatuh.

Dalam chatting dengan teman kos waktu kuliah dulu, saya tersadar telah melupakan analogi motivasi sepak bola ini. Saya pikir at the end, motivasi mungkin tidak lagi yang utama tapi apa yang sudah kita lakukan memiliki arti lebih penting. Tidak masalah kalau nonton bola karena pemainnya. Pada akhirnya kita jadi tau apa yang sedang dilakukan para pemain bola itu. Begitu juga dengan memiliki anak. Mungkin tidak masalah kalau kita ingin punya anak yang harus menjadi dokter karena kita sendiri tidak kesampaian jadi dokter. Karena dengan mempunyai anak mungkin keegoisan kita akan impas dengan pengorbanan yang harus kita berikan. (for Cynthi, what a lovely chit chat)

Pindah Blog ke http://maliablog.wordpress.com/

Tags: , , , ,

Satu Tanggapan ke “KENAPA NESTA NGGA PERNAH BIKIN GOL?”

  1. Rory Berkata

    ada tuh filemnya, judulnya “bad couple” sudah nonton?


Comments are closed.