Arsip untuk Oktober 3rd, 2007

Ramadhan sebagai Bulan Trening

Oktober 3, 2007

Pindah blog nih ke http://maliablog.wordpress.com/

Ramadan telah tiba. Antusiasme dan perhatian dengan sendirinya beralih untuk menyambut dan menikmati bulan yang penuh berkah ini. Jadwal aktivitas hingga tayangan tv menyambut bulan ini dengan gegap gempita. Jam-jam masuk dan pulang kantor mulai dimajukan. Stasiun televisi berlomba-lomba menawarkan tayangan religius untuk memeriahkan bulan Ramadan. Puasa yang dimaksudkan untuk dapat merasakan penderitaan kaum duafa yang tidak selalu bisa merasa kenyang justru dijadikan momentum untuk menikmati segala jenis makanan saat berbuka dan bersaur. Begitu gempitanya kegiatan menyambut Ramadan ini sehingga banyak pihak yang melihat kegiatan sekitar Ramadan semakin terperangkap dalam selebrasi ibadah.

Keimanan manusia selalu naik turun. Naik turunnya iman adalah wajar mengingat manusia tercipta dengan sifat korup yang sangat nyata. Namun demikian manusia mempunyai kemampuan untuk mencapi keimanan tertinggi. Untuk mengurangi ketidakstabilan tingkat iman, diperlukan pelatihan yang memungkinkan seseorang meningkatkan kualitas imannya. Bulan Ramadan tidak lain merupakan masa trening bagi umat muslim untuk mengembalikan dan menambah tingkat imannya. Dengan indahnya Islam menetapkan satu bulan tertentu dalam setahun di mana seorang muslim diwajibkan untuk melatih dan menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya sehingga siap menghadapi tahun berikutnya.

Lepas dari bulan Ramadan sudah ditentukan dalam Al Quran, penentuan satu bulan (kurang lebih 30 hari) puasa memiliki arti yang logis. Dalam buku terlaris sepanjang masa The 7 Habits of Highly Effective People, Covey mengungkapkan karakter manusia tidak bisa terbentuk dalam sekejap. Karakter ditentukan oleh kebiasaan yang berkesinambungan. Sedangkan kebiasaan dibentuk melalui tindakan yang berulang-ulang. Secara eksplisit Covey menyatakan 30 hari adalah waktu yang diperlukan oleh manusia untuk menjadikan tindakan sebagai kebiasaan.

Bulan Ramadan sesungguhnya adalah bulan trening massal dan merupakan berkah bagi umat muslim. Dalam 30 hari inilah umat muslim diberi kesempatan untuk membangun karakter melalui kebiasaan-kebiasaan yang baik. Jujur adalah konsekuensi otomatis ketika seorang muslim selesai melewati bulan Ramadan. Begitu pula tidak bergosip, tidak berkata jorok, dan bangun untuk salat malam adalah kebiasaan yang terbentuk jika puasa dan ibadah lainnya memang secara konsisten dijalankan selama bulan Ramadan.

Di luar kebiasaan-kebiasaan religius, bulan ramadhan juga bulan yang sangat efektif untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan lain. Seorang perokok berat misalnya, sangat mungkin bisa menghilangkan kebiasaan merokoknya. Ketika seseorang belajar bangun pagi dalam 30 hari dengan weker, dijamin setelah 30 hari, dia akan bangun pagi tanpa bantuan weker atau alarm. Tubuh akan menyesuaikan dalam 30 hari.

Banyak yang beranggapan Ramadan hanya bulan suci dimana pahala, berkah dan rahmat berkali lipat diberikan bagi orang yang beribadah. Bukan menganggapnya sebagai bulan trening, banyak muslim menjadikan Ramadan hanya sebagai saat puncak untuk beribadah. Puasa, salat, tadarus, dan sedekah yang bertubi-tubi hanya di bulan ramadhan. Damai dan saling menghormati hanya satu bulan dalam satu tahun. Keluar dari Ramadan berakhir pula ibadah yang bertubi-tubi itu.

Tentu saja tidak salah beribadah bertubi-tubi. Untuk merangsang muslim melatih kebiasaan baik, ada begitu banyak keistimewaan bulan Ramadan. Pahala, berkah berlimpah di bulan ini. Dengan keistimewaan ini diharapkan umat muslim berlomba-lomba merumuskan kebiasaan yang ingin mereka miliki setelah Ramadan berakhir. Salat yang bertubi-tubi dan hilang setelah Ramadan berakhir berarti gagal lah seorang muslim dalam memetik Ramadan sebagai bulan trening. Sedekah yang ratusan kali lipat di bulan Ramadan tidak memberi arti perbaikan kualitas iman jika berhenti setelah Ramadan usai.

Tidakkah indah menyadari muslim mendapat begitu banyak keistimewaan melalui satu bulan dimana bulan trening menjadi legitimate?