Pindah blog nih ke http://maliablog.wordpress.com/
Hari ini dalam perjalanan ke kantor saya sempat mendengarkan Spadamunegri di Mustang FM. Tema pagi ini adalah ‘Perlukah pesta halloween di Jakarta?” Saya terkesan dengan sms tanggapan yang dikirimkan oleh ABG-ABG Jakarta.
Secara umum, pengirim SMS merespon tidak perlu mengikuti budaya Halloween ala Amerika Serikat (Amerika) karena itu bukan budaya Indonesia. Ada juga satu dua sms yang berbunyi, mungkin ngga ada salahnya bikin pesta Halloween mengingat kultur masyarakat kita mengenal banyak setan bahkan mungkin lebih banyak jenis setan di Indonesia daripada di Amerika, hahaha…
Bayangkan jika Amerika hanya mengenal Vampir, Frankenstein dan Drakula, kita di Indonesia punya banyak sekali jenis setan dari Sabang sampai Merauke. Dari setan penasaran macam Pocong dan kuntilanak sampai setan-setan penunggu lokasi tertentu macam Wewe Gombel dan Si Manis Jembatan Ancol. Seiring jaman setan-setan kita bahkan mulai memiliki profesi atau setidaknya pernah memiliki profesi, misalnya Suster Ngesot. Begitu bangganya kita punya setan berprofesi sampai-sampai begitu banyak film didedikasikan untuk si Suster Ngesot ini. Belum lagi sineas sinetron Indonesia yang sangat mengidolakan setan-setan ini.
Yang menjadi pembahasan selanjutnya adalah budaya Indonesia macam apa yang bsia dilestarikan oleh pemuda (baca: ABG) ala ABG juga? Nah agak susah menjawab pertanyaan ini.
Saya sendiri kepikiran bagaimana kalau di hari Sumpah Pemuda 28 Oktober (tanggalnya deket-deket tanggal perayaan Halloween ala Amerika) kita mengadakan pesta kostum. Tapi alih-alih kostum setan, lebih orisinil kalau kita mengadakan pesta kostum dengan menirukan tokoh terkenal Indonesia. Dari politikus yang sedang naik daun sampai artis yang sedang heboh menghiasi TV nasional. Dari mantan-mantan Presiden yang mulai unjuk gigi lagi sampai tokoh pengusaha yang sedang tidak berusaha. Saya pikir ini lebih mencerminkan budaya Indonesia. Ada yang mau coba?